Kelebihan Dan Kekurangan Sylvano Comvalius Untuk Arema FC


Dampak Performa Sylvano Comvalius Untuk Arema FC
Dampak Performa Sylvano Comvalius Untuk Arema FC

Dampak Performa Sylvano Comvalius Untuk Arema FC

Dampak Performa Sylvano Comvalius Untuk Arema FC – Comvalius dipastikan bakal menjadi pemain asing terbaru Arema jelang musim 2019. Ia menggantikan posisi yang ditinggalkan Robert Lima Gladiator, yang urung melanjutkan kerja samanya dengan Arema. Comvalius akan menggantikan Robert Lima Gladiator yang didepak oleh manajemen usai gagal menunjukkan performa mengesankan di Piala Presiden 2019.

Menurut rencana, Rabu (24/05) siang ini, Comvalius menjalani tes medis. Jika tak ada aral melintang, pencetak gol terbanyak Liga 1 musim 2017 ini bakal diperkenalkan secara resmi pada Rabu (24/05) malam hari ini. Meski berstatus sebagai top skor Liga 1 2017, Comvalius tetap akan menjalani adaptasi kembali.

Usai mengemas 34 gol di Liga 1 2017, Sylvano Comvalius hengkang dari Bali United untuk bermain di Liga Thailand bersama Suphanburi FC. Sayangnya, Comvalius tampil buruk bersama Suphanburi. Dia tidak mampu mencetak gol dari tujuh pertandingan yang dijalaninya. Setelah itu, striker asal Belanda ini hijrah ke Liga Super Malaysia untuk memperkuat Kuala Lumpur FA. Bermain selama lima laga, ia hanya mengemas satu gol. Hal ini memperlihatkan bahwa Sylvano Comvalius telah menunjukkan kemunduran terkait produktivitas gol.

Performa Menurun

Ketika menjadi top skor Liga 1 2017, Comvalius masih berusia 29 tahun. Kini, ia datang ke Arema FC di usia kepala tiga, atau tepatnya 31 tahun. Comvalius dihadapkan pada kondisi yang berbeda dengan dua tahun lalu. Selain itu, ia sudah lama tidak mencetak gol yang terakhir ia bukukan 8 Februari 2019.

Namun menurut pelatih Arema FC menyebut Comvalius merupakan sosok yang cocok diplot sebagai targetman dalam skema main mereka.

“Adanya pemain bertipe targetman bisa mengisi keperluan kami akan sosok pemain yang bisa menahan bola. Kami punya Dedik Setiawan, Makan Konate, Ricky Kayame, Dendi Santoso, Johan Ahmat Farizi, dan Alfin Tuasalamony yang memiliki kecepatan ” tegasnya.

Selain mampu dimainkan sebagai sosok targetman, Milo menilai, Comvalius memiliki kelebihan lain. Pemain berusia 31 tahun ini dinilai memiliki mobilitas di atas rata-rata.

“Comvalius juga mobile. Ia tak malas dan mau mengejar bola. Dalam sepak bola saat ini, semua pemain berlari. kalau ada pemain yang hanya bergerak ketika mendapat bola, akan menyulitkan bagi tim,” tegasnya.



Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
13
hate
confused confused
6
confused
fail fail
1
fail
fun fun
16
fun
geeky geeky
15
geeky
love love
10
love
lol lol
11
lol
omg omg
6
omg
win win
1
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *