Meski Ada Kontroversi Djanur tetap Puas Dengan Penampilan Tim


Pelatih Persebaya Djanur tetap apresiasi kerja keras pemain
Pelatih Persebaya Djanur tetap apresiasi kerja keras pemain
Pelatih Persebaya Djanur tetap apresiasi kerja keras pemain

Pelatih Persebaya Djanur tetap apresiasi kerja keras pemain

Pelatih Persebaya Djanur tetap apresiasi kerja keras pemain – Persebaya Surabaya harus tersingkir dari Piala Indonesia usai kalah 1-2 dari Madura United pada leg kedua babak 8 besar, Kamis (27/6/2019). Dua gol Madura United di ciptakan oleh Beto Goncalves (6 dan 23). Persebaya hanya membalas sekali dari tembakan Damian Lizio (20). Pada leg pertama, Persebaya hanya maraup hasil imbang 1-1 dari Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis (19/6/2019) sehingga kalah agregat 3-2. Pelatih Persebaya Djadjang Nurjaman merasa kecewa dengan kegagalan itu. Apalagi, tim seharusnya mendapat dua penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan pemain Madura United. Pelanggaran pertama dilakukan Alfath Faathier yang menyentuh bola di kotak penalti di menit 57. Namun wasit membiarkan insiden itu.

Dua penalti yang dimaksud adalah insiden yang terjadi pada babak kedua. Pertama, bek kiri Madura United, Alfath Faathier, melakukan handball di kota terlarang. Wasit Dodi tidak menganggap itu pelanggaran sehingga pertandingan tetap berjalan. Insiden kedua melahirkan kontroversi yang lebih besar. Itu terjadi setelah striker Amido Balde dijatuhkan oleh kiper Ridho Djazulie di kotak penalti pada menit ke-72 dalam situasi berhadapan satu lawan satu. Wasit Dodi memang meniup peluit sebagai tanda pelanggaran. Namun, pria asal Indramayu itu malah memberi tendangan bebas untuk Persebaya. Manajemen Persebaya Surabaya mengaku bakal mengirim surat protes kepada PSSI terkait kepemimpinan wasit asal Indramayu itu. Mereka akan menyertakan bukti video bahwa terjadi salah pengambilan keputusan. 

Hasil pertandingan ini memang sangat berpengaruh pada kiprah kedua tim di Piala Indonesia 2018. Madura United dipastikan lolos ke semifinal setelah berhasil menang dengan agregat 3-2 dan akan berjumpa dengan PSM Makassar.

“Persebaya seharusnya Persebaya mendapat dua penalti, yaitu saat pemain Madura United menyentuh bola dengan tangan di kotak penalti. Dan yang kedua saat Amido Balde dijatuhkan,” kata Djanur, sapaannya. 

Meski gagal, Djanur tetap puas dengan penampilan tim. Dirinya mengapresiasi kerja keras pemain meski mereka baru saja melakukan laga tandang melawan Borneo FC.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
15
hate
confused confused
8
confused
fail fail
3
fail
fun fun
1
fun
geeky geeky
16
geeky
love love
11
love
lol lol
13
lol
omg omg
8
omg
win win
3
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *