Tiga Hal yang Membuat Sosok Egy Sangat Istimewa


Talenta seorang Egy Maulana Vikri dalam dunia sepakbola
Talenta seorang Egy Maulana Vikri dalam dunia sepakbola
Talenta seorang Egy Maulana Vikri dalam dunia sepakbola

Talenta seorang Egy Maulana Vikri dalam dunia sepakbola

Talenta seorang Egy Maulana Vikri dalam dunia sepakbola – Egy memiliki karakter bermain seperti Zinedine Zidane, Lionel Messi dan Robben. Sejarah penting karir bola Egy, berawal dari jejaknya dalam Turnamen Toulon 2017 di Prancis. Melalui kaki Egy, jagat bola tendang Indonesia mulai disegani. Egy mendapat gelar sebagai Jouer Revelation Trophee dalam turnamen Toulon 2017 lalu.  Prestasi yang dibuat ‘si anak’ medan yang lahir tanggal 7 Juli itu, mampu menyamai jejak legenda sepakbola Prancis, Zinedine Zidane. Ada tiga hal yang membuat sosok Egy sangat istimewa dalam turnamen Toulon 2017 yaitu.

Pertama, trofi Jouer Revelation hanya diberikan kepada satu pemain di turnamen Toulon yang diikuti para pemain muda berbakat dari berbagai negara, termasuk negara-negara hebat di dunia sepakbola seperti Brazil, Inggris dan Prancis. Dua nama besar yang pernah menerima penghargaan serupa dengan Egy diantaranya ialah Zinedine Zidane tahun 1991 dan Cristiano Ronaldo tahun 2003. Kedua, pemain yang menerima penghargaan itu merupakan pemain yang dinilai paling berpengaruh di tim.

Dalam laman resminya, penyelenggara turnamen Toulon menyebut Egy berhak menyandang gelar breakthrough player atau pemain yang bisa memecah kebuntuan tim. Ketiga, Egy merupakan pemain pertama sepanjang penyelenggaraan turnamen Toulon yang mendapatkan trofi tersebut meski, timnya tak lolos fase grup. ‘Si anak medan’ yang bertinggi badan 163 centimeter itu, bermain sebagai sayap kanan timnas, meskipun kaki terkuatnya adalah kaki kiri. Gaya bermainnya mirip pesepakbola Belanda Arjen Robben.

Egy, merasa bangga menyebut dirinya sebagai anak Asam Kumbang, salah satu kelurahan di Medan. Talentanya dalam dunia sepakbola sudah terlihat, sejak Egy masih berusia muda. Mengawali karirnya, Egy berlatih sepakbola di Sekolah Sepak BolaTaman Setia Budi Indah (SSB Tasbi). Pada tahun 2016, ketika Indonesia yang diwakili ASIOP Apacinti menjadi juara Piala Gothia atau Gothia Cup U-15, Egy mendapatkan gelar individual sebagai pemain terbaik sekaligus pencetak gol terbanyak di turnamen dengan 28 gol. Egy juga merupakan salah satu pendulang gol pada final Piala Gothia 2016 di Gamla Ullevi, Swedia usai menaklukkan tim tuan rumah IF Elfsborg dengan skor 3-1.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

hate hate
6
hate
confused confused
16
confused
fail fail
11
fail
fun fun
10
fun
geeky geeky
8
geeky
love love
3
love
lol lol
5
lol
omg omg
16
omg
win win
11
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *